by

Blockchain Berbasis Smart Contract di Industri Sawit Ala IPB University

Dr Taufik Djatna

Dosen Teknologi Industri Pertanian IPB University

PERDANANEWS BOGOR BARAT. Pengembangan Blockchain Berbasis Smart Contract di industri sawit dipaparkan oleh pakar IPB University. Dr Taufik Djatna, dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, menuturkan bahwa inisiasi pengembangan teknologi blockchain di Indonesia, hingga era pandemi ini, belum menyentuh aplikasi di pertanian secara luas. Sementara masih didominasi sektor keuangan dan lembaga perbankan.

Secara sederhana, blockchain dapat diartikan sebagai sistem database berbasis internet. Memiliki karakter data identik yang disimpan di banyak lokasi, bersifat immutable yang artinya tidak bisa diedit dan dihapus melainkan hanya bisa ditambahkan. Block yang satu terhubung dengan block sebelum dan sesudahnya secara kriptografik.

Sementara smart contract sendiri dapat dipahami sebagai perjanjian antara dua pihak dalam bentuk kode komputer. Smart contract berjalan dalam jaringan blockchain, sehingga tersimpan di database publik dan tidak dapat diubah.

“Pengembangan blockchain based smart contract di industri sawit, dapat menguntungkan para petani. Karena akan tercipta transparansi harga yang diberikan berdasarkan pada kualitas dan kualititas produk yang ditawarkan. Sehingga petani dapat memperoleh harga terbaik dari hasil penjualan Tandan Buah Segar (TBS),” tutur pakar yang sudah mempublikasikan lebih dari seratus riset ilmiah itu.

Sementara itu, keuntungan yang didapatkan pihak koperasi atau pedagang adalah informasi yang akurat dan terpercaya dari pihak petani. Sehingga meningkatkan kepercayaan untuk membeli TBS dari petani yang datanya dialirkan melalui blockchain.

Baca Juga Dosen IPB University Ciptakan Kit Diagnostik Alzheimer

PERDANANEWS