by

Dosen IPB University Ciptakan Kit Diagnostik Alzheimer

Kit Diagnosis Alzheimer

PERDANANEWS BOGOR BARAT. Penyakit Alzheimer mungkin sudah tak asing di telinga kita. Alzheimer merupakan penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara dan perubahan perilaku secara bertahap. Para ahli hingga kini belum bisa memastikan penyebab pasti Alzheimer, sehingga dibutuhkan kit diagnostik Alzheimer

Dosen IPB University, dari Divisi Farmakologi dan Toksikologi, Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Dr drh Huda S Darusman, tengah mengembangkan sebuah kit yang dapat mendiagnosa secara dini kemunculan penyakit Alzheimer.  

“Secara ekonomi, kit ini memiliki nilai komersial yang sangat tinggi. Sebab selama ini, kit komersial yang tersedia, didatangkan via impor sehingga sulit terjangkau dan membutuhkan waktu cukup lama dalam perolehannya dan secara komersial bernilai tinggi,” ujar Dr Huda.

Baca Juga Pakar IPB University Sebut Penyebab Cabai Merah Besar Lebih Mahal dari Cabai Keriting

Pengembangan kit diagnostik Alzheimer penyakit otak berbasis Elisa dalam negeri berpotensi memberikan manfaat baik secara saintifik maupun ekonomi. Protein amyloid beta 42 (Aβ42) sebagai bahan untuk pembuatan alat diagnostik penyakit Alzheimer di manusia merupakan upaya yang strategis dikembangkan sebagai upaya penunjang diagnostik berupa uji penapisan terhadap marka yang merupakan penanda dini penyakit Alzheimer tersebut.

Penapisan berbasis pendeteksian peptida atau protein ini dapat dilaksanakan secara efektif dan akurat melalui teknik immunoassay atau dikenal dengan Enzyme Linked Immunoassay (Elisa). teknik ini mengoptimalkan bahan antibodi spesifik atau antibodi monoklonal terhadap peptida Aβ42 tersebut.

Kepala Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB University ini mengatakan, penelitian ini dikembangkan melalui tahapan produksi monoklonal antibodi terhadap amiloid, purifikasi, konjugasi, dan selanjutnya akan diaplikasikan pada teknik ELISA untuk mendeteksi kadar amiloid pada monyet ekor panjang.

PERDANANEWS