by

Pakar IPB University Sebut Penyebab Cabai Merah Besar Lebih Mahal dari Cabai Keriting

Bogorbarat.perdananews.com. Cabai merah besar dan keriting sudah menjadi komoditas pokok masyarakat Indonesia. Jika harganya tidak stabil maka tidak sedikit masyarakat terkena dampaknya. Seperti bisnis rumah makan, konsumsi rumah tangga, industri saos dan sebagainya.

Prof Dr Muhammad Syukur, dosen IPB University dari Fakultas Pertanian yang terkenal dengan inovasi cabai pelangi menyampaikan fenomena pergeseran harga cabai merah akibat perubahan kondisi permintaan dan penawaran. Cabai 60-67 persen dikonsumsi dalam keadaan segar.

Jadi harga sangat ditentukan ketersediaan produk di tingkat petani, karena permintaan relatif konstan. Jika produksi di tingkat petani kurang dari permintaan maka dipastikan harga akan naik.

Beberapa waktu terakhir ini, di beberapa daerah, harga di tingkat petani di bawah harga keekonomian karena suplai sedang cukup banyak sedangkan permintaan tetap, ditambah distribusi yang sulit, terutama ke luar pulau Jawa. Perlu diketahui bahwa 50 persen produksi cabai ada di Jawa.

Baca Juga Guru Besar IPB University : Pentingnya Kelembagaan Agribisnis Sagu

PERDANANEWS