by

Guru Besar IPB University : Pentingnya Kelembagaan Agribisnis Sagu

Akselerasi pengembangan human capital sendiri bisa dilakukan dengan memanfaatkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang dapat dimulai dari tingkat kecamatan.

Peran utama BPP ini sebagai pusat data dan informasi untuk pengelolaan sagu, konsultasi bisnis, hingga pusat pengembangan kemitraan.

Adapula, pengembangan kelompok tani hingga menjadi bentuk kelembagaan ekonomi petani atau Badan Usaha Milik Petani (BUMP) penting untuk meningkatkan skala ekonomi, efisiensi usaha, dan posisi tawar.

“Di situlah koordinasi pertanian pada badan usaha yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum bisa diwadahi dalam kelembagaan ini,” jelasnya.

Di samping itu, dalam membangun usaha bersama mitra bisnis, terdapat tiga prinsip kunci kemitraan agribisnis yang harus diperhatikan. Yaitu prinsip kesetaraan, keterbukaan, dan azas manfaat bersama.

Prinsip-prinsip tersebut merupakan kunci keberhasilan dari bermitra.
“Nah, bagaimana indikator keberhasilan kemitraan kelembagaan agribisnis sagu ini? Dari aspek input? Ada nggak kesepakatan bermitra? Ada nggak sumber daya kemitraan? Ada nggak perencanaan dokumennya, begitu, yang telah disekpakati dalam proses kemitraan tadi,” pungkasnya.

Pola kemitraan yang terintegrasi dari hulu ke hilir menurutnya juga merupakan hal yang krusial, karena sering terjadi pemutusan kerjasama sepihak bila persiapannya tidak matang.  (MW/Zul)

Sumber : Biro Komunikasi IPB University

PERDANANEWS