by

Filosofi Belajar Mengajar

Arie Wibowo Irawan, SP MM


Kegiatan belajarmengajar bagi seorang pengajar merupakan sebuah proses berkelanjutan untuk selalu belajar (learn) guna menyerap pengetahuan baru dan juga proses mengajar (teach).

Dengan kata lain, learn – teach adalah satu paket dan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Learn adalah bahan bakar untuk teach. Melalui proses teach, seorang pengajar juga sejatinya sedang kembali belajar.

Ada dua sifat dari ilmu pengetahuan, pertama, semakin sering disampaikan (sharing) maka akan menjadikan semakin yakin dan paham akan pengetahuan tersebut.

Kedua, ilmu yang kita ajarkan dalam perjalanannya akan memunculkan
banyak pertanyaan baru dari dari perspektif audience yang mungkin berbeda.

Tanpa disadari, proses teach ini membawa kita kembali ke titik awal (learn). Seorang pengajar biasanya banyak berbicara, maka wajib hukumnya untuk ‘mengisi kepala’ dengan sesuatu yang baru.

Terlebih saat menghadapi audience dengan usia millennials yang
selalu berharap mendapatkan sesuatu yang up to date dan mengasyikan.

Setiap tahunnya, usia seorang pengajar bertambah tua, namun usia siswa / murid yang dihadapi relatif tetap atau sama.

Maka tantangan terbesar terhadap perbedaan usia dan zaman adalah bagaimana menemukan sudut pandang yang tepat sehingga mereka tertarik dengan apa yang kita ajarkan.

Ketertarikan dan rasa ingin tahu adalah awal dari segalanya, karena ini adalah bagian dari membangun kesadaran (awareness). Apabila ini sudah ada, maka kita sudah mencapai setengah keberhasilan.

Kesadaran penuh dan rasa ingin tahu akan membawa mereka mencari
sendiri informasi dan pengetahuan baru terkait mata kuliah yang kita ajarkan, baik melalui buku, google, media sosial maupun media pesan.


Baca Juga Peluang Sektor Perikanan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

PERDANANEWS