by

Dosen IPB University Berhasil Rakit Varietas Unggul Jewawut

BogorBarat.Perdananews.com. Jewawut mungkin masih asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Padahal, jewawut merupakan tanaman pangan sebagaimana halnya padi. Karena itu tak heran jika tanaman ini masih kurang begitu dimanfaatkan.

Di beberapa daerah di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan nama lokal seperti Hotong (Maluku) dan Botok (Nusa Tenggara).

Dikatakan Dr Sintho Wahyuning Ardie, dosen IPB University dari Divisi Bioteknologi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, jewawut merupakan tanaman toleran.

Tanaman ini masih bisa bertumbuh dan berproduksi dengan normal di lahan marginal.

Tanaman dengan nama latin Setaria italica L ini, memiliki mekanisme khusus untuk beradaptasi dengan lingkungannya sekaligus merupakan sumber keragaman genetik yang penting.

Tak hanya kemampuannya beradaptasi, tumbuhan ini juga memiliki nilai agronomi.

“Tanaman ini menjadi menarik untuk kami teliti karena dari studi biologi tanaman, karena memiliki karakteristik khusus.

Jewawut masuk dalam anggota famili poaceae atau tanaman rerumputan, sejenis dengan padi atau jagung.

Siklus hidup tanaman ini singkat, dengan melakukan penyerbukan mandiri sehingga sangat ideal dijadikan sebagai tanaman model,” ujar Dr Sintho.

Dr Sintho Wahyuning Ardie

Dari sisi agronomi, lanjut Dr Sinto, jewawut memiliki kandungan nutrisi tinggi, bebas gluten, dan indeks glikemik yang rendah sehingga cocok untuk diet terutama bagi penderita diabetes.

Kandungan proteinnya juga tergolong cukup tinggi, yaitu 12 persen, di atas padi yang hanya rata-rata di 7 persen.

Selain itu tanaman ini juga mengandung antioksidan, serat dan sejumlah mineral.

Baca Juga Strategi Kuliah IPB University Masa Pandemi Covid 19

PERDANANEWS